
Air untuk
Anapalu
Tahun Implementasi: 2020
Status: Berjalan
Ringkasan Proyek
Seperti Biau dan Nibaaf, Anapalu adalah desa lain yang mengalami kelangkaan air. Desa ini dihuni oleh 221 orang. Kelangkaan air berdampak signifikan pada praktik pertanian dan komunal yang menjadi tumpuan hidup desa ini. Selain itu, dampak kesehatan yang buruk, terutama stunting, sangat terasa akibat kurangnya akses terhadap air bersih. Bentang alam Anapalu yang berbukit mengharuskan penduduk desa berjalan kaki lebih dari 40-60 menit setiap hari dalam kondisi kering untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari mereka di sumber air terdekat. Akibatnya, mereka terpaksa menyisihkan cukup banyak waktu setiap hari untuk bekerja, belajar di kelas, atau melakukan tugas-tugas lainnya.
Awalnya, Solar Chapter bekerja sama dengan PEMDA dalam membangun sistem air bertenaga surya untuk Dusun 1 & 2 Desa Anapalu. Namun, menjelang paruh kedua proyek kami, tepatnya di tahun 2020, PEMDA mendapatkan pendanaan untuk melaksanakan rencana ini. Oleh karena itu, Solar Chapter memutuskan untuk memperluas proyek kami ke Dusun 4. Rencana kami adalah mengalihkan air dari sumber air terdekat, Mata Air Laihubu, ke desa tersebut. Kami bekerja sama dengan Feri, mantan petugas UNICEF di Anapalu, untuk mengumpulkan dan menganalisis data teknis, serta membantu perencanaan, komunikasi dengan penduduk desa, dan pelaksanaannya. Pada akhirnya, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan air berkurang drastis dari 3 jam menjadi hanya 5 menit.
Proyek ini awalnya dimulai pada tahun 2018. Namun, kami terpaksa menundanya. Kami memiliki kesepakatan dengan Pemda untuk membangun sistem distribusi perpipaan. Namun, mereka membatalkannya. Namun, mereka tetap melanjutkan proyek ini meskipun tidak termasuk Dusun 4. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk melanjutkan proyek ini dengan Dusun 4. Kami mendapat bantuan dari Feri, warga Sumba setempat, di Anapalu untuk mengumpulkan data.
Rincian Proyek
Orang
221 Warga Desa
Aliran
60 L/Menit
Ketinggian
60 meter
Kapasitas
24.700 L/Hari

Perjalanan Implementasi














_JPG.jpg)