top of page

Kolaborasi untuk Akses Air Bersih di Desa Tautpah, NTT: Tautpah Merdeka Air 2026! Timor Tengah Utara, Indonesia — 2026

  • Gambar penulis: Solar Chapter
    Solar Chapter
  • 3 Mar
  • 3 menit membaca

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, membuka keran air bersih adalah hal yang sederhana. Namun bagi warga Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, air bersih selama bertahun-tahun adalah perjuangan yang melelahkan. Bagi mereka, mendapatkan air bersih artinya harus berjalan jauh, berkali-kali, dan mengorbankan waktu serta tenaga setiap hari.


Desa Tautpah memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.211 jiwa yang tersebar dalam 302 kepala keluarga. Sebelum program ini dilaksanakan, hanya satu dusun dan sebagian dusun lainnya yang memiliki akses air bersih, melayani sekitar 536 jiwa atau 44,26% dari total penduduk. Sebanyak 675 jiwa atau 55,74% lainnya masih belum memiliki akses yang layak terhadap air bersih.


“Sejujurnya, secara pribadi saya belum pernah menyaksikan hal seperti ini sebelumnya. Sebagai pemimpin, saya merasa sangat terharu melihat betapa besar air yang kini mengalir dan memenuhi bak reservoir. Air ini benar-benar telah menjawab seluruh dahaga masyarakat kami di sini,” ujar Bapak Tarcisius Sako, Kepala Desa Tautpah.

Pada 12 Januari 2026, Solar Chapter bersama masyarakat Desa Tautpah, Edwint & Beatrice Foundation, dan Cikarang Listrindo berhasil membangun sistem penyediaan air bersih berbasis energi surya dengan memanfaatkan Mata Air Sunina sebagai sumber utama, yang memiliki debit 1,25 liter per detik. Sistem ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat hingga sekitar 40.500 liter per hari.


Infrastruktur yang dibangun mencakup instalasi pompa tenaga surya, 10 panel surya, serta jaringan distribusi air yang menjangkau wilayah yang sebelumnya belum terlayani. Melalui implementasi ini, sebanyak 675 jiwa dari 127 kepala keluarga kini mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah, aman, dan berkelanjutan, termasuk fasilitas penting desa seperti satu PAUD, satu sekolah dasar, satu gereja, dan satu polindes. Akses air bersih yang baru mengurangi jarak perjalanan pulang-pergi warga sebesar 95% dari 2.166 m menjadi 103 m dari rumah.


Dari sisi ekonomi, masyarakat tidak lagi perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli atau mengangkut air, dengan estimasi penghematan sekitar Rp80,000 per bulan per kepala keluarga dari kondisi sebelumnya. Penghematan waktu dan biaya ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas sektor pertanian dan peternakan, memberi ruang bagi ibu rumah tangga untuk kegiatan ekonomi tambahan, serta memungkinkan anak-anak lebih fokus pada pendidikan tanpa terbebani tugas mengambil air setiap hari, sehingga sistem ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Tautpah secara berkelanjutan.



Secara teknis, proyek ini merealisasikan instalasi pompa tenaga surya dengan kapasitas aliran 5,4 meter kubik per jam untuk 10 panel surya, serta pemasangan 1.400 meter pipa distribusi HDPE untuk memperluas jangkauan layanan air bersih ke masyarakat. Selama lima hari, tim dan warga setempat bekerja sama untuk mewujudkan visi yang sama, air mengalir lebih dekat. Proses tidak selalu berjalan mulus. “Pada saat pemindahan lokasi panel, (kami) melewati daerah curam dan memakan waktu lama.” ujar koordinator dan fasilitator lapangan, Deni Nahak. Walaupun begitu, semangat warga desa tidak pernah padam. Dari bapak, mama, dan anak-anak semua bersatu untuk bekerja sama. Bapak Deni juga menambahkan,

“Setelah pembentangan pipa, mereka (anak-anak) semangat sekali membantu menggali dan benam pipa dekat lokasi sekolah mereka.”

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, program ini juga menekankan keberlanjutan jangka panjang. Komite air desa telah dibentuk dan Peraturan Kepala Desa terkait pengelolaan sistem air bersih telah ditetapkan, guna memastikan operasional dan pemeliharaan sistem tetap berjalan untuk generasi mendatang. Pengembangan lanjutan berupa pembangunan reservoir berkapasitas 50 meter kubik serta perluasan jaringan distribusi direncanakan pada Juli 2026.



“Harapan kami dari Edwint & Beatrice Foundation, project Water for Tautpah bisa jadi contoh bahwa akses air bersih yang bukan sekadar bantuan sesaat, tapi fondasi untuk kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat desa. Ke depannya, semoga program air Solar Chapter bisa menjangkau lebih banyak daerah dan membangun dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat di NTT.” ujar Edwint Widjaya dari Edwint & Beatrice Foundation.

Melalui program ini, Solar Chapter menegaskan komitmennya dalam menyediakan solusi akses air bersih yang berkelanjutan dengan memanfaatkan energi terbarukan, serta memperkuat ketahanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil Indonesia. Bersama-sama, keberlanjutan akan terus diusahakan agar air dapat mengalir sampai anak cucu.


Desa Tautpah, Merdeka Air!



 
 
 

Komentar


Baca lebih banyak cerita tentang bagaimana air mengubah kehidupan

bottom of page