Mengalir: Platform Digital untuk Memantau Akses Air Bersih di NTTs
Air adalah kebutuhan paling dasar bagi kehidupan, namun bagi banyak warga di Nusa Tenggara Timur (NTT), akses terhadap air bersih masih menjadi perjuangan sehari-hari. Menjawab persoalan ini, hadirlah Mengalir (mengalir.co), sebuah platform digital yang memetakan kondisi program air di berbagai desa dan kabupaten di NTT.
"Mari Pantau Sampai Merdeka Air"
Itulah tagline yang diusung Mengalir. Platform ini dibangun dengan semangat gotong royong, mengajak warga untuk turut menyampaikan situasi akses air di desa mereka masing-masing, sehingga solusi bisa dicari bersama-sama antara warga, pemerintah, dan berbagai pihak terkait.
Di halaman utamanya, Mengalir menampilkan sejumlah indikator kunci secara langsung, di antaranya:
Jumlah kabupaten dengan akses air yang rendah
Jumlah desa yang masih membutuhkan akses air layak
Jumlah desa dengan fasilitas air yang sudah berhenti beroperasi
Jumlah desa dengan distribusi air yang tidak merata
Data-data ini disajikan agar publik dapat melihat secara transparan sejauh mana perjalanan menuju "merdeka air" di NTT.
Tantangan Air di NTT
Mengalir juga menyoroti empat tantangan geografis dan sosial utama yang membuat distribusi air bersih di NTT sulit dilakukan:
Kondisi geografis — wilayah yang didominasi bukit, bebatuan, dan kepulauan membuat distribusi air ke wilayah terpencil menjadi sulit.
Ketergantungan pada tangki air — banyak warga, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, terpaksa membeli air dengan tangki seharga Rp80.000–Rp600.000.
Curah hujan yang rendah — musim kemarau panjang membuat penampungan air hujan sulit terisi, sehingga cadangan air cepat habis.
Kondisi permukiman — banyak permukiman warga berada di dataran tinggi, sementara sumber mata air justru berada di dataran rendah, sehingga akses menjadi sulit dijangkau.
Data Desa dan Peran Warga
Salah satu fitur utama Mengalir adalah peta data desa, yang menampilkan status program air di setiap kabupaten dan desa — apakah programnya masih beroperasi, sudah berhenti, atau bahkan belum ada program air sama sekali. Data ini dikumpulkan dari berbagai lembaga serta laporan partisipatif warga desa sendiri, dengan metodologi dan sumber data yang dijelaskan secara terbuka di halaman disklaimer platform.
Warga juga diajak untuk aktif berkontribusi dengan menceritakan kondisi air di desa mereka melalui formulir pelaporan yang disediakan, menjadikan Mengalir bukan sekadar dasbor data statis, melainkan ruang kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Mengalir merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk Solar Chapter sebagai penggagas, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Open Government Indonesia, Bapperida Provinsi NTT, Wahana Visi Indonesia, beberapa pemerintah kabupaten (Kupang, Malaka, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Timor Tengah Utara), CIS Timor, PLAN International, SKALA, dan Universitas Katolik Widya Mandira.
Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah akses air: bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal data yang akurat, transparansi, dan partisipasi aktif dari warga sebagai pihak yang paling merasakan dampaknya.
Menuju Akses Air yang Adil dan Merata
Dengan menghadirkan data yang terbuka dan mudah diakses, Mengalir berupaya mendorong akuntabilitas program-program air yang telah dijalankan, sekaligus mengidentifikasi desa-desa yang masih tertinggal. Harapannya, platform ini dapat menjadi alat bantu bagi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan warga untuk bersama-sama memastikan akses air bersih yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat NTT.
Sumber: mengalir.co



