
Membangun sistem air bersih hanyalah langkah awal. Keberlanjutannya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan, merawat, dan mengelola sistem tersebut secara mandiri.
Hal inilah yang pernah dialami Yanus, Ketua Lembaga Pengelola Air di salah satu desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Meski bertanggung jawab atas sistem air bersih di desanya, ia mengaku belum sepenuhnya memahami cara kerja sistem distribusi air, panel surya, maupun pompa air. Ketika terjadi gangguan pada sistem, tidak ada yang benar-benar mengetahui cara melakukan pemeriksaan ataupun perbaikan dasar.
Melihat pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam menjaga akses air bersih yang berkelanjutan, pada awal 2026 Solar Chapter Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia menyelenggarakan pelatihan bagi anggota Komite Air dan petugas BPSPAM (Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum) dari tujuh desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Program ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sistem air bersih, mulai dari memahami sumber air, pengoperasian pompa tenaga surya, troubleshooting dan pemeliharaan dasar, hingga pengelolaan keuangan serta perencanaan pengembangan layanan air bersih di desa.
Pelatihan dirancang dengan pendekatan 40% teori dan 60% praktik, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan materi yang dipelajari pada kondisi nyata di lapangan. "Pendekatan praktik menjadi penting agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan identifikasi masalah dan pemeliharaan dasar ketika kembali ke desa masing-masing," ujar Hamled Rundubelo, Construction & Water Management Specialist Plan International Indonesia.

Sebanyak 36 peserta berhasil menyelesaikan program ini dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri hingga sekitar 67% pada berbagai area pembelajaran utama. Bagi Yanus dan peserta lainnya, pelatihan ini bukan hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri untuk menjalankan peran sebagai pengelola sistem air bersih di desa mereka.
Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah program akses air bersih tidak berhenti ketika infrastruktur selesai dibangun. Sistem akan terus memberikan manfaat ketika masyarakat memiliki kapasitas untuk mengelola, merawat, dan mengembangkannya. Melalui penguatan Komite Air, Solar Chapter bersama Plan Indonesia terus mendorong terwujudnya pengelolaan sistem air bersih yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.



